Pages

Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Madrasah Ulumul Quran Pagar Air

Madrasah Ulumul Qur'an Pagar Air didirikan oleh mantan gubernur Aceh,Alm.Prof.Dr.Ibrahim Hasan,MBA pada tahun 1989 di Banda Aceh-Indonesia.


Ide awal mendirikan Islamic Boarding School ini dilatarbelakangi oleh minimnya para 'hufadh" atau para penghafal Quran di Aceh saat ini, terutama ketika ada event Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), ditingkat Nasional.

Kini, lembaga ini telah tumbuh dengan pesat, disamping mendidik para penghafal quran, lembaga ini juga mendidik para murid dalam sistem pendidikan nasional, yaitu Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Dari beberapa beberapa generasi Lembaga ini telah melahirkan sejumlah para penghafal qur'an, yang saat ini telah berkarir disemua bidang, baik pemerintahan maupun swasta. Selain itu alumni madrasah ini juga telah melanjutkan pendidikan dan menjadi pendidik di berbagai perguruan tinggi baik di Indonesia maupun diluar negeri.

Dalam gambar di atas terlihat para alumni mulai dari generasi tua sampai generasi muda, dalam sebuah silaturrahmi di Mesjid Ajun Banda Aceh. Semoga lembaga ini terus sukses dan melahirkan genarasi muda yang menjadi pemimpin-pemimpin dalam membangun peradaban Islam kembali jaya.

Bayang-Bayang yang bertasbih




Abdullah bin Mas'ud berkata"Kami pernah berada dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah saw, dan beliau mengajak kami makan. Ternyata, makanan itu bertasbih." (HR.Ibnu Hibban).

Segala yang dilangit dan dibumi secara serasi dengan bayang-bayang bersujud patuh dipagi dan petang. Justru manusia yang sering tidak kompak dengan bayang-bayangnya. Bila bayang-bayangnya bersujud justru pemiliknya enggan. Bersama bayang-bayang, tiap hari kita berjibaku antara keserasian atau kesenangan. Mencintai atau mengkhianatinya. Tunduk sujud seperti bayang-
bayang atau arogan. Bertanyalah kita, adakah bayang-bayang kita lebih taat dari pada kita?Adakah kita hanya menjadi penindas bayang-bayang?
"Dan, tidak ada sesuatu (makhluk) pun, melainkah bertasbih dengan memuji-Nya." (Al-Isra:44). Semua makhluk tunduk dan patuh pada-Nya. itulah cermin-cermin alam yang sebenarnya dapat kita jadikan renungan. Namun kita kadang masih menjebak diri dalam pembangkangan dalam berbagai tatarannya. Kita diperintahkan bertaubat, tapi mungkin kita belum sungguh-sungguh melakukannya. atau melakukannya hanya kala terjepit, lantas berpaling lagi. "Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah ditepi jurang, bila ditimpa kebaikan ia merasa senang, tapi bila ditimpa bencana ia berbalik..."(Al-Hajj:11).

Abdullah bin Mas'ud berkata"Kami pernah berada dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah saw, dan beliau mengajak kami makan. Ternyata, makanan itu bertasbih." (HR.Ibnu Hibban).
Segala yang dilangit dan dibumi secara serasi dengan bayang-bayang bersujud patuh dipagi dan petang. Justru manusia yang sering tidak kompak dengan bayang-bayangnya. Bila bayang-bayangnya bersujud justru pemiliknya enggan. Bersama bayang-bayang, tiap hari kita berjibaku antara keserasian atau kesenangan. Mencintai atau mengkhianatinya. Tunduk sujud seperti bayang- bayang atau arogan. Bertanyalah kita, adakah bayang-bayang kita lebih taat dari pada kita?Adakah kita hanya menjadi penindas bayang-bayang?
"Dan, tidak ada sesuatu (makhluk) pun, melainkah bertasbih dengan memuji-Nya." (Al-Isra:44). Semua makhluk tunduk dan patuh pada-Nya. itulah cermin-cermin alam yang sebenarnya dapat kita jadikan renungan. Namun kita kadang masih menjebak diri dalam pembangkangan dalam berbagai tatarannya. Kita diperintahkan bertaubat, tapi mungkin kita belum sungguh-sungguh melakukannya. atau melakukannya hanya kala terjepit, lantas berpaling lagi. "Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah ditepi jurang, bila ditimpa kebaikan ia merasa senang, tapi bila ditimpa bencana ia berbalik..."(Al-Hajj:11).

KEBAJIKAN

by:Chairul Fahmi


Dari An Nawas bin Sam'an radhiallahu anhu, dari Nabi shalallahu alaihi wa salam, beliau bersabda, "Kebajikan itu keluhuran akhlak sedangkan dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya" (HR Muslim). Kutipan hadist Rasulullah SAW diatas, menjadi sebuah cerminan bagi kita betapa MULIANYA manusia yang selalu menebar KEBAJIKAN didunia ini, kebajikan yang tidak hanya bagi sesama manusia akan tetapi juga bagi binatang dan alam. Hari-hari yang kita jalani didunia ini, tidak akan pernah terlepas dari perbuatan dan interaksi sosial, karena ini sudah menjadi fitrah kehidupan yang fana ini, bahwa manusia itu adalah makhluk sosial, dan telah menjadi fitrah kehidupan juga, bahwa manusia itu tidak ada yang sama; ada yang berwarna merah, putih, kuning, coklat dan bahkan ada yang hitam pekat, begitu juga ada yang kaya, miskin, ada juga yang pura-pura kaya padahal miskin, ada yang pinter dan beriman, ada juga yang pinter tapi tak beriman, ada yang bodoh, lugu dan juga pura-pura bodoh padahal dia belum pinter, semuanya adalah fenomena kehidupan dunia ini. Namun kita sering membatasi diri, kalo yang kaya hanya bergaul dengan sesama kaya dan terus mengejar kekayaan dunia, yang miskin (kaum pengemis misalnya) mereka dianggap tidak layak bergaul dengan sikaya, padahal pada harta sikaya terdapat hak si miskin.
Disisi lain, manusia ini juga kan mengalami KEGELISAHAN, RAGU-RAGU dan TAKUT jika orang mengetahuinya, banyak cerita kehidupan ini yang seharusnya menjadi IBRAH (Pelajaran) bagi kita, saat mereka telah menjadi orang besar, namanya dikenal dimana-mana tapi akhirnya MASUK PENJARA, mereka yang membeli jabatan dengan uang, mereka yang menerima UANG HARAM, mereka yang MENCURI, mereka yang MENYAKITI ataupun mereka yang MENIPU dan TIDAK AMANAH, Maka pada mereka ada DOSA, " DoSA adalah apa-apa yang dirimu merasa RAGU dan kamu TIDAK SUKA jika orang lain mengetahuinya" (Hr.Muslim).
Saat dosa telah berlumuran dalam setiap perbuatan manusia itu, maka tidak akan ada ketenangan dalam kehidupan di dunia ini, cahaya jiwanya akan redup oleh noktah hitam (dosa) yang dilakukannya, maka hanya TAUBATLAH yang akan mengembalikan kita kepada KEBAJIKAN. "Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan) nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan (11). Dan pada hari terjadinya kiamat, orang-orang yang berdosa terdiam berputus asa (12). Dan sekali-kali tidak ada pemberi syafa'at bagi mereka dari berhala-berhala mereka dan adalah mereka mengingkari berhala mereka itu (13). Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan (14). Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira (15). Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (al-Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka) (16). Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh (17), dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur (18). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur) (19) - ( QS.AR-RUM 11-19).